September 28, 2009

September Ceria

Terinspirasi dari lagu "September Ceria" yang dilantunkan Vina Panduwinata. Hari ini saya coba mempertahankan status saya sebagai blogger abal-abal. Semakin lama rumahku makin sepi saja, karena saya mulai jarang posting. Karena sibuklah, miskin benwit lah, gak ada ide lah dan seabrek alasan lain yang tak seharusnya tidak ada. Ingin rasanya berbagi ceria di bulan yang penuh bahagia. Kenikmatan demi kenikmatan dunia saya rasakan dari bulan Ramadhan sampai masuk bulan syawal. Yang menuntunku untuk bersyukur pada-NYA.

Untaian buka bersama dengan menu yang membuat cacing-cacing perut ketagihan. Dimulai buka bersama saat puasa pertamaku di Hongkong Cafe, lanjut buka bersama anak yatim di kediaman Pak Diaz bersama anak SK Jakarta. Lalu masak & buka bersama teman-teman. Menunya sapo tahu, oseng kangkung, bakmi goreng. Hari Jum'at buka bersama di kantor dengan soto Makasar sebagai menu utama, terakhir buka bersama teman satu departemen di warung Bu Kris. Saya pilih sup daging. Semuanya ada karena bulan Ramadhan tiba, tapi kini Ramadhan tlah pergi menyisakan kenangan-kenangan manis. Berharap bisa bertemu kembali tahun depan.




Kerinduan dengan keluarga yang tumpah ruah selama seminggu. Kalau cerita ini disimpan dulu untuk bahan lomba nulis :-D. Ada tawa ceria, makanan berbalut cinta, yang semuanya membuatku terharu dan ingin mengulanginya. Semoga hari raya korban bisa jumpa lagi dengan mereka.

Adapun ucapan lebaran yang masuk ke saya baik via SMS, email, facebook akan saya pilih pemenangnya halah..., dengan mendapatkan hadiah senyuman manis :).
SMS dari Lowo Ngeblue lucu tapi masih ada yang lebih aku suka yakni dari Dinda. Bunyinya
Mangan sate sak gulene, sego megono bumbu kemiri.
kapan wae lebarane, sugeng riyoyo idul fitri.
tumbar merico kecap asin, nyuwun ngapuro lahir lan batin


Kalau di Fb saya suka kartu lebaran dari Satria, sederhana tapi kesejukan embunnya begitu terasa menetes dalam jiwa.



Di bulan yang penuh keceriaan
Mimin mengucapkan Met Syawalan :-D (Met Lebaran maksute, tapi telat kan)
Mohon dima'afkan atas semua kesalahan
Semoga kita bertemu ramadhan tahun depan

August 19, 2009

Launching Buku EINH plus Workshop



Keberangkatan

Bis kopaja (P 20) terus melaju sampai daerah Menteng. Pikiranku sudah melayang sampai PDS HB Jassin. Sampai ada satu benturan keras membuyarkan lamunanku. Satu keranjang berisi otak-otak dan dua botol bumbu terjatuh hingga tercecer keluar bis, karena ulah Sopir yang menginjak pedal rem secara mendadak. Kulihat wajah penumpang yang menjual otak-otak itu masih bisa tersenyum. Tapi senyum pahit dipenuhi bayang-bayang kerugian. Ia pungut otak-otak yang tercecer di dalam bis. Lalu ia memutuskan untuk turun dan memungut otak-otak yang entah seperti apa nasibnya. Sampai di stasiun KA Gondangdia, aku dengar celoteh seseorang bahwa Si Penjual otak-otak itu memaki bis yang ia naiki.

Sampai di Tugu Tani, aku memenuhi kebutuhan kaki agar berjalan sampai TIM. Ternyata lumayan jauh dari Tugu Tani, sehingga bisa mencukupi kebutuhan mingguan tubuh yakni olahraga pagi.



Ruangan PDS HB Jassin

Pandanganku terlempar di deretan kursi-kursi kosong, setelah memberi salam pada Ditta. Aku pikir akulah peserta yang datang paling awal. Ternyata bukan! Ada Pak Nasrudin yang lebih awal datang. Beliau adalah sosok sepuh namun tangguh, dan semangatnya patut jadi teladan bagi kawula muda. Aku salut melihat semangatnya mengikuti setiap workshop yang diadakan oleh Mbak Asma. Dengan bantuan tongkatnya, Beliau berjalan tertatih menuju kursi. Pertama kali aku duduk di sebelah tas milik Pak Nasrudin, lalu pindah di kursi garda depan. Sempat terlibat satu obrolan menarik dengan Pak Nasrudin. Beliau utarakan kekecewaan terhadap ending cerpen Emak Ingin Naik Haji yang menyesakkan dada, sebenarnya jadi naik haji atau tidak. Dan dijawab langsung oleh Mbak Asma bahwa ending film dengan cerpen tidak sama. Ending film nya terharu tapi melegakan.

“Sudah baca cerpen ini?” tanyanya.

Jujur aku malu menjawabnya, aku merasa kalah cepat lagi dengan Pak Nasrudin. Yang membuat aku salut lagi adalah cerita Beliau yang sudah beli 5 buku EINH untuk di bagi-bagikan di Musholla dan menjadi buku rebutan di Musholla.


Sesi Launching buku EINH

Mas Boim Lebon sebagai pembawa acara telah berhasil mengocok perut kita jadi adonan kue hehe.., Setelah bernarsis ria, Mas Boim memanggil Mas Isa (suami mbak Asma) sebagai wakil Asmanadia Publishing House. Setelah Mas Isa memberikan sambutan, Mas Boim memanggil Mas Khidmat sebagai moderator untuk mengisi kursi depan disusul Mbak Asma, Mas Kurnia Effendi, Emak Aty Canser. Yang terakhir Mas Khidmat yang memanggil Mas Boim. Lalu Mbak Asma mulai bercerita mengenai proses cerpen menjadi film. Ditambah penilaian Mas Kurnia, Mas Boim dan Emak tentang sosok Bunda Asma.

Langsung Tanya jawab. Yang saya catat adalah pertanyaan dari Mas Billy.

* Mengapa cerpen EINH ini dikatakan filmis?


Mas Kurnia Effendi menjawab bahwa dengan membaca satu paragraph pertama, Beliau sudah bisa menilai bahwa cerpen ini filmis karena prosanya mampu menimbulkan adegan/bayangan sebuah cerita.

* Pertanyaan berapa lama menyelesaikan cerpen ini?


Butuh waktu seminggu – 10 hari untuk menyelesaikannya. Mbak Asma sempat membolak balikkan paragraph, berfikir bagaimana multiplot bisa menjadi 1 klimaks dalam cerpen. Sehingga jadilah cerpen multikonflik, multikarakter.

Mbak Aty Canser mengatakan bahwa peran utama di film EINH adalah satu kesempatan berbuat kebaikan dan membuatnya merasa terharu.

Selanjutnya adalah sesi pemutaran trailer film EINH.

Awalnya saya juga ingin menahan air mata karena sedang di tempat umum, tapi genangan air mata mulai mengaburkan pandanganku. Tak bisa dicegah, mengalir saja dengan mudah. Untung masih bisa terkontrol. Karena aku merasa ada kesamaan impian dan keinginan dengan sosok Zein yakni menaikkan haji orang tua.

Mas Khidmat juga mengaku tak bisa menahan air matanya saat menonton film ini meski nonton berkali-kali masih saja mengalir air matanya.

Memang benar kata Mas Boim. Ada dua hal yang membuat terharu yakni haji dan Emak. Feelingku mengatakan bahwa film EINH bakalan sukses.



Sesi Workshop

Kali ini aku harus puas duduk di belakang. Tapi tak mengurangi konsentrasi mendengarkan penuturan sang Sutradara film EINH, Mas Aditya Gumay. Ada satu poin penting yang perlu teman-teman ketahui yakni tahap awal membuat skenario bagi pemula adalah dengan bantuan membuat plot terlebih dahulu, setelah membuat synopsis tentunya. Satu plot sama dengan satu adegan. Cerpen EINH sudah bisa dijadikan sebagai synopsis.

Contoh Plot by Aditya Gumay dan Adenin Adlan (Penulis Skenario) :

Film dibuka dengan big close up tangan sedang melukis ka’bah dalam coretan yang sedikit kontemporer di atas sebuah kanvas.

Terdengar suara adzan subuh, emak terbangun dari tidurnya, keluar kamar.

Dst….(ma’af jika saya teruskan postingan ini akan sangat panjang)


* Pertanyaan Mbak Sita


66 plot bisa jadi 135 scene, karena ada pengembangan establish, saat adegan telepon yang harus pindah ruangan sehingga ada INTERCUT dan bisa nambah scene.

Pertanyaan testing dari saya adalah :

Bagaimana membuat skenario itu bisa pas/ sinkron dengan durasi/waktu yang telah ditetapkan?

Dan dijawab oleh Mas Adenin Adlan : tergantung yang ditulis itu adegan atau dialog. Biasanya satu halaman satu menit. Dan jawaban ini ternyata sama dengan workshop yang saya ikuti sebelumnya. Tambahan sedikit setelah masuk 10-15 menit harus sudah mencapai klimaks.

MARI KITA DUKUNG FILM INDONESIA YANG BAGUS!

July 24, 2009

My First Online Experience



Sebagai orang kampung, internet merupakan makanan mahal bagiku. Makan internet pertama kali saat kuliah. Itupun karena ada tugas dari dosen, jadi sedikit terpaksa menginjakkan kaki di warnet. Waktu itu, Pak Hermawan Iwan sebagai dosen komputer mengharuskan kirim tugas melalui email sebagai nilai tambah bagi mahasiswa/i yang memiliki nilai kurang saat ujian. Berhubung saya termasuk mahasiswi yang merasa belum dapat nilai A, jadi tetap coba kirim tugas "Langkah-langkah membuat email". Berhubung belum punya email, jadi harus daftar dulu. Itupun dengan mengajak teman yang sudah punya email.


Kirim Email

Bikin email seperti hal yang luar biasa, apalagi setelah mine_haway@yahoo.com sudah jadi. Ada rasa bangga menelusup di relung hati. Tugas dari Pak Iwan agar kita mengirim tugas dengan cara dilampirkan, bukan di tulis di badan email. Tujuannya agar kita bisa mengirimkan file apapun melalui email. Karena ilmu yang masih cetek, kita tidak berhasil mengirimkannya sendiri. Berkat bantuan penjaga warnet, akhirnya file bisa terkirim. Ternyata file yang tersimpan di dalam disket tidak bisa di lampirkan langsung, sebaiknya di copy terlebih dahulu di hardisk.

Setelah punya email sendiri, saya jadi orang yang diminta untuk membuatkan email. Karena beberapa teman, saudara, senior mengaku kesulitan membuat email baru. Karena ID nya tidak tersedia. Tapi ketika mereka menggandeng saya, entah kenapa sign up email berhasil. Jadi calo bikin email gratisan.


Chatting

Namanya juga orang katrok, cara chatting aja belum tahu. Berawal dari nemenin teman chatting saya pun kena virus chatting. Sayangnya chatting dengan orang yang nggak jelas, karena waktu itu masih pakai MIRC. Mempraktekkan beberapa simbol emoticon yang pernah saya baca di majalah. Meskipun belum lihai chatting, tapi sempat ikut tentor dalam pelatihan internet sesi browsing. Sehingga pas sesi chatting dengan MIRC, saya tidak bisa menyelesaikan masalah yang dialami peserta.


Browsing

Karena ada tugas mengumpulkan nama-nama virus komputer, saya pun mulai mengenal browsing, surfing. Ditambah dengan tugas dosen untuk praktek booking tiket pesawat secara online, mencari hotel di luar negeri, mencari Quotation. Semuanya memaksa saya untuk mengenal lebih jauh tentang internet. Kadang adik-adik kos mengajak saya untuk menemani browsing artikel-artikel yang juga karena tugas dari dosen.


Blogging

Masih terngiang saat saya tertarik untuk mengikuti lomba blog. Padahal belum tahu cara membuatnya. Dengan modal nekat, saya dan Dinda ke warnet. Bermodal tutorial sederhana yang tercantum dalam selebaran, kita mulai sign up di blogspot. Dalam hitungan detik, saya berhasil membuat blog minesweet's home ini. Namun dengan satu postingan, yang tidak bertambah dalam kurun waktu 6 bulan. Karena saya terisolasi dari dunia internet, jadi dengan terpaksa tidak melanjutkan postingan untuk lomba.


Tapi sekarang, sehari tidak online berasa ada yang kurang. Chatting sekarang mendarah daging. Browsing informasi penting jadi kebutuhan sehari-hari. Blogging juga jadi hobi hingga kini. Dari anak kecil hingga dewasa bahkan sudah berumur, semua kenal internet. Di kampung-kampung mulai dibuka warung internet. Dengan kemajuan teknologi, jalan kaki pun bisa sambil ngenet. Mereka yang punya komputer pribadi atau laptop juga bisa menikmati internet di rumah dengan memanfa'atkan modem eksternal ataupun berlanggan internet.