Gilang sepatu gilang
Nasib malang HP hilang
Uang, KTP, ATM, kunci pun melayang
Aku tak mau lagi merasa memiliki
Karena tak ingin merasa kehilangan lagi
Semoga ini ujian yang terakhir kali
Januari kosong, Februari update dong!
Banyak ide tapi kok blognya kosong melompong
Isi dong,dang ding dong.
Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts
February 03, 2010
June 01, 2009
Kado Bulan Juni

Tak terasa milad seperempat abad kini kulalui. Terinspirasi dari Ibu Farida Hanum (Guru ngajiku ~ Pengisi acara "Hikmah Pagi" di TVRI), doa yang musti kita panjatkan saat milad "Ya Allah panjangkan umurku, dalam keta'atan kepadaMU). Setelah Muhasabah Al Nafs (Introspeksi diri) tak banyak prestasi yang berarti terukir selama ini. Untuk itulah saya ingin sekali memberi kado untuk diri sendiri dan orang-orang yang kusayangi. Minimal bulan ini lahir 1 novel 6 cerpen. Sungguh saya ingin mengukir prestasi mendekati akhir masa remaja ini. Saya akan selalu coba ikut lomba. Kalahpun tak apa, yang penting dah coba. Karena Ust. Yusuf Mansur bilang dalam bukunya "Kun Fayakun"
Kalaulah kesusahan ibarat matahari dan kesuksesan ibarat hujan, maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi
Bolehlah diganti "Jika kegagalan bagaikan hujan dan kesuksesan bagaikan matahari, maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi"
Meski cambuk sering mengamuk, membuat semuanya remuk. Alhamdulillah saya masih kuat berpijak selama 2 tahun di Jakarta. Saya anggap ini prestasi untuk makhluk sekecil ini. Saya butuh do'a, dukungan serta semangat dari kawan-kawan semua. Ingatkan saya jika melupakan target di bulan Juni ini, saya tidak mau menyesal lagi. Saat masih kuliah, gak jadi kirim cerpen ke Annida untuk ikutan lomba LMCR. Tahun lalu juga gitu, mau ikutan lomba novel, eh..novelnya baru 6 lembar :(. Itu dulu karena saya belum tahu cara menulis dengan hati dan trik bagi waktunya. Sekarang beda, saya sudah ikut workshop menulis 2x. Malu atuh kalo gak berprestasi.
Puisi Satu Juni
Perkenalkan
Saya bintang yang selalu ingin bersinar terang benderang
Meskipun kadang remang-remang
Hati gak boleh gamang, mulai sekarang!
Do'aku hari ini
Semoga mimpi, harapan dan cita-cita bisa terealisasi
Angan-angan menjadi kenyataan
Do'akan aku kawan
Agar diberi kemudahan
Bisa melangkah ringan
Sambut kesuksesan
Nyalakan api semangat
Dan jangan biarkan angin memadamkannya
Terimakasih atas ucapan, perhatian dan kasih sayang kalian
Terimakasih buat teman2 yang mengganggu tidurku malam tadi :(
April 01, 2008
Pintu Hatiku
Kutunggu dirimu mengetuk pintu hatiku Yang mulai lapuk karena terlalu lama menunggu
Yang tak jua mengetuk pintu hatiku
Mengapa kau cuman diambang pintu
Sampai kapan kau lakukan itu
Gimana aku bisa tahu dirimu ada didepan pintu
Jika tak kau ketuk pintu itu
Ayolah... jangan ragu
Di dalam rumah ini aku sudah menunggu
Ketukan itu...
Ketukan satu..., masih belum terdengar olehku
Ketukan dua..., blum sampe ketelingaku
Ketukan dua..., lebih keras dunk... sampe lecet tanganmu
Biar tergerak kakiku tuk melangkah membuka pintu
Untuk menyapa dan menemuimu di depan pintu
Tapi kau hanya diam terpaku
Hingga akhirnya ada yang mendahuluimu
Gimana aku bisa tahu
Ah... taulah... aku cuman bisa berharap kau lakukan itu
Hingga akhirnya kubisa hidup bersamamu
Welcome my Solitude
Kini sepi tlah kembaliHingga muncullah puisi ini
Aku senang ternyata sepi bener2 setia menemani
Tidak seperti dia yang dalam sekerjap mata tlah pergi
Dan tega tinggalkan aku sendiri disini
Mengapa jadi begini
Apakah memang sebaiknya seperti ini
Dan seharusnya begini
Agar dosa tak menghampiri diri ini
Hey... my solitude
Keep accompany me please
Thank you Allah.. You give the solitude for me
Just enough for me Allah, and my solitude
Oh... my solitude... welcome to my life
I never forget you... my solitude
I hope you never forget me
March 24, 2008
Sepiiii...Jangan Pergi
Kini sepi tak lagi menghiasi hari
Sepi tlah merapat ke tepian hati
Dan berlari menemui sunyi
Oh... sepi sampai kapan kau pergi
Akankah kau kembali lagi
Menghampiri hati yang secerah mentari pagi
Sepi... kunanti kau kembali disini
Meski telah datang pengganti sepi
Yang setia menemani setiap hari
Tapi.. aku tak inginkan kau pergi
Sepi tlah merapat ke tepian hati
Dan berlari menemui sunyi
Oh... sepi sampai kapan kau pergi
Akankah kau kembali lagi
Menghampiri hati yang secerah mentari pagi
Sepi... kunanti kau kembali disini
Meski telah datang pengganti sepi
Yang setia menemani setiap hari
Tapi.. aku tak inginkan kau pergi
Aku berharap engkau tidak pergi lagi
Tetaplah disini menemani
Karena engkaulah sumber inspirasi
January 02, 2008
Bintang
Baru kali ini kulihat setitik bintang
Tapi tak seterang bintang di Tembalang
Mula-mula saya ragu apakah benar-benar bintang
Ataukah hanya setitik terang
Satu bintang yang menghiasi kelamnya malam
Ataukah cuman cahaya lampu temaram
Saya nggak tahu kenapa begitu terobsesi dengan bintang
Padahal saya ingin sekali menjadi bintang
Yeah... menjadi satu bintang terang
Bintang yang bersinar ditengah kelamnya malam
Yang bisa tetap berguna meski terdiam
Masa kecilku dulu orang2 menyebutku bintang
Hah... cuman bintang kelas, sama sekali nggak menantang
Tapi sekarang ... saya bukan lagi seorang bintang
Padahal saya pengin menjadi bintang sekarang
Karena bintang punya banyak teman
Bintang tak pernah sendirian
Dia selalu bersinar bersamaan
Bersama bintang-bintang lain dengan sinar yang berlainan
Saya bingung sayang
Bingung mencari jalan agar bisa menjadi bintang
Bintang disegala aspek kehidupan sekarang
Bintang yang senantiasa mendapatkan kasih sayang
Entah kenapa selalu puisi yang muncul di otakku untuk diposting
Padahal ide2 informatif yang lain sudah menunggu giliran untuk diposting
I wanna be a star, one star in the night
But I just like a bridge, always alone in the night
Tapi tak seterang bintang di Tembalang
Mula-mula saya ragu apakah benar-benar bintang
Ataukah hanya setitik terang
Satu bintang yang menghiasi kelamnya malam
Ataukah cuman cahaya lampu temaram
Saya nggak tahu kenapa begitu terobsesi dengan bintang
Padahal saya ingin sekali menjadi bintang
Yeah... menjadi satu bintang terang
Bintang yang bersinar ditengah kelamnya malam
Yang bisa tetap berguna meski terdiam
Masa kecilku dulu orang2 menyebutku bintang
Hah... cuman bintang kelas, sama sekali nggak menantang
Tapi sekarang ... saya bukan lagi seorang bintang
Padahal saya pengin menjadi bintang sekarang
Karena bintang punya banyak teman
Bintang tak pernah sendirian
Dia selalu bersinar bersamaan
Bersama bintang-bintang lain dengan sinar yang berlainan
Saya bingung sayang
Bingung mencari jalan agar bisa menjadi bintang
Bintang disegala aspek kehidupan sekarang
Bintang yang senantiasa mendapatkan kasih sayang
Entah kenapa selalu puisi yang muncul di otakku untuk diposting
Padahal ide2 informatif yang lain sudah menunggu giliran untuk diposting
I wanna be a star, one star in the night
But I just like a bridge, always alone in the night
December 29, 2007
Penat
Kenapa penat selalu melekat
Melekat di tubuh ini dengan kuat
Setiap hari, setiap malam selalu kurasa penat
Malam kamis pulang jam 01.05, malam jum'at pulang jam 11.00 tepat
Monthly Working Report dan settlement masih saja memikat
Memikatku tuk menyelesaikannya cepat
Yakz... laptop dah nangkring di kasur
Siap2 mengantarku tidur
Wedew... jam 01.30 mata dah terasa berat
Hingga akhirnya saya nggak kuat
Dan sayapun terlelap sejenak
Terlelap bersama laptop yang masih menyalak
Bangun dah setengah empat
Knapa waktu begitu cepat menggeliat
Akhirnya kupaksakan diri tuk bangun dan sholat
Meski sbenarnya mata masih terasa berat
Dan saya slesaikan kerjaan yang tlah tertunda itu dengan cepat
Yakz... Monthly Working Report akhirnya selesai
Trus input settlement pun dimulai
Tapi perut nggak bisa diajak kompromi lagi
Seperti biasa morning sick lagi kumat
Dan terpaksa kutinggalkan kerjaan dengan cepat melesat
Membuang rasa sakit dengan kacamata masih melekat
Baju setrikaan dah berteriak
Minta dikasih minyak
Akhirnya input settlement berhenti sejenak
Dan kusambut teriakan baju2 ku dengan gerak cepat
Agar mereka tak berkarat
Waduh dah jam 07.00, saya harus gerak cepat secepat kilat
Agar semua kerjaan selesai semua dengan cepat
Tapi... knapa da puisi lewat
Disela-sela kerjaan yang padat
Ya dah saya tulis, anggap aja da iklan numpang lewat
Pengin rasanya sejenak beristirahat
Melepaskan semua penat
December 24, 2007
Puisi Dikala Sepi
Karena sendiri saya bisa berteman dengan sepi
Karena sepi saya bisa nulis puisi
Karena sendiri ku jadi berani
Karena sendiri saya punya banyak mimpi
Karena sendiri saya bisa mandiri
Karena sendiri terukir banyak memori
Karena sendiri saya bisa menahan satu rasa dihati
Karena sendiri saya bisa memiliki
Tapi saya tidak sendiri
Selalu ada yang menemani
Hanya Engkau yang menemaniku selain sepi
Saya tidak bisa berbicara dengan sepi
Ntar dikira orang gila lagi
Tapi saya bisa berbicara denganMu dengan hati
Berbicara denganMu membuat air mata ini mengalir dipipi
Yups.... pas nulis puisi ini, airmataku telah membasahi pipi
Ya Allah kenapa saya masih menangis ketika sendiri
Padahal saya tahu Engkau berada disini menemani
Ya Allah kenapa saya begitu rapuh dalam melewati sepi
Padahal saya tak pernah sendiri melewati sepi
Ya Allah kenapa saya begitu melankolis mengarungi hidup ini
Padahal pertolonganMu selalu hadir untuk diri ini
Kadang saya begitu berani
Tapi kadang saya merasa takut sendiri
Takut menghadapi takdir yang tak kukehendaki
Takut menerima kenyataan dalam hidup ini
Kenyataan yang tidak sesuai dengan khayalan dan mimpi
Tapi saya tahu takutku hanya boleh padaMu
Saya juga tahu harus menerima kenyataan itu, selalu...
Ya Allah tolong bimbing hamba agar senantiasa bisa lurus di jalanMu
Ya Allah jadikanlah sepi ini teman setia untukku
Sebelum Engkau berikan pengganti sepi untukku
Sebelum Engkau hadirkan dia dalam hidupku
Karena sepi saya bisa nulis puisi
Karena sendiri ku jadi berani
Karena sendiri saya punya banyak mimpi
Karena sendiri saya bisa mandiri
Karena sendiri terukir banyak memori
Karena sendiri saya bisa menahan satu rasa dihati
Karena sendiri saya bisa memiliki
Tapi saya tidak sendiri
Selalu ada yang menemani
Hanya Engkau yang menemaniku selain sepi
Saya tidak bisa berbicara dengan sepi
Ntar dikira orang gila lagi
Tapi saya bisa berbicara denganMu dengan hati
Berbicara denganMu membuat air mata ini mengalir dipipi
Yups.... pas nulis puisi ini, airmataku telah membasahi pipi
Ya Allah kenapa saya masih menangis ketika sendiri
Padahal saya tahu Engkau berada disini menemani
Ya Allah kenapa saya begitu rapuh dalam melewati sepi
Padahal saya tak pernah sendiri melewati sepi
Ya Allah kenapa saya begitu melankolis mengarungi hidup ini
Padahal pertolonganMu selalu hadir untuk diri ini
Kadang saya begitu berani
Tapi kadang saya merasa takut sendiri
Takut menghadapi takdir yang tak kukehendaki
Takut menerima kenyataan dalam hidup ini
Kenyataan yang tidak sesuai dengan khayalan dan mimpi
Tapi saya tahu takutku hanya boleh padaMu
Saya juga tahu harus menerima kenyataan itu, selalu...
Ya Allah tolong bimbing hamba agar senantiasa bisa lurus di jalanMu
Ya Allah jadikanlah sepi ini teman setia untukku
Sebelum Engkau berikan pengganti sepi untukku
Sebelum Engkau hadirkan dia dalam hidupku
To Mr. Bon
Mr. Bon dengarkan ya saya mo bicara
Hei...Mr. Bon kau telah membuatk gila
Gara-gara kau sy ga bs berjumpa dengan keluarga di kampung halaman saya
Gara-gara kau bossku nyuruh mati aja
Emangnya mati semudah berkata-kata
Tanpa menunggu panggilan dari Nya
Gara-gara kau bossku bilang "Min kamu dah gila ya"
Hahaha kayaknya kata-kata emenev terkabul juga
Edunn.... eduuuuunnn ....edddduuuuunnnnn bener2 gila
Kayaknya jadi orgil enak juga
Tapi saya nggak mau ah jadi orang gila
Moga aja saya nggak benar-benar gila
Rumah bossku dah berubah jadi lautan bon
Lantai, meja dah dipenuhi Bon-bon
Mr. Bon dah buat mataku berkunang-kunang
Mr. Bon dah membuatku meriang
Mr. Bon dah membuatku ga bisa menikmati libur panjang
Cuman bisa melihatmu berjajar-jajar panjang
Hingga kepala terasa pusing sekarang
Bossku aja pusing apalagi saya
Sabtu minggu cukup bersama Mr. Bon aja
Mr. Bon yang datang dari Jakarta
Mr. Bon yang datang dari Banjarmasin sana
Mr. Bon bukan Mr. Bon Jovi ya
Ini Mr. Bon nya Pak Leman, Pak Sukirno, Pak Sumarno, Pak Giyono
Tutup buku membuatku terpaku
Terpaku bersama bon-bon itu
Hiks.......kwacian dech aku
Hei...Mr. Bon kau telah membuatk gila
Gara-gara kau sy ga bs berjumpa dengan keluarga di kampung halaman saya
Gara-gara kau bossku nyuruh mati aja
Emangnya mati semudah berkata-kata
Tanpa menunggu panggilan dari Nya
Gara-gara kau bossku bilang "Min kamu dah gila ya"
Hahaha kayaknya kata-kata emenev terkabul juga
Edunn.... eduuuuunnn ....edddduuuuunnnnn bener2 gila
Kayaknya jadi orgil enak juga
Tapi saya nggak mau ah jadi orang gila
Moga aja saya nggak benar-benar gila
Rumah bossku dah berubah jadi lautan bon
Lantai, meja dah dipenuhi Bon-bon
Mr. Bon dah buat mataku berkunang-kunang
Mr. Bon dah membuatku meriang
Mr. Bon dah membuatku ga bisa menikmati libur panjang
Cuman bisa melihatmu berjajar-jajar panjang
Hingga kepala terasa pusing sekarang
Bossku aja pusing apalagi saya
Sabtu minggu cukup bersama Mr. Bon aja
Mr. Bon yang datang dari Jakarta
Mr. Bon yang datang dari Banjarmasin sana
Mr. Bon bukan Mr. Bon Jovi ya
Ini Mr. Bon nya Pak Leman, Pak Sukirno, Pak Sumarno, Pak Giyono
Tutup buku membuatku terpaku
Terpaku bersama bon-bon itu
Hiks.......kwacian dech aku
Subscribe to:
Posts (Atom)